Temukan hidangan, pasar, dan pengalaman kuliner berdasarkan jenis perjalanan yang ingin Anda lakukan.
Pasar adalah tempat di mana kuliner daerah paling autentik bisa ditemukan. Sebelum restoran ada, pasar adalah pusat gastronomi. Di sini pedagang menjual bahan-bahan yang tidak ada di supermarket mana pun.
Pasar tua yang berdiri sejak 1758 ini menyimpan penjual jamu gendong, jajanan pasar, dan bahan-bahan masakan Jawa yang langka. Lantai bawah untuk batik, lantai atas untuk kuliner.
Pasar pagi di tepi Sungai Mahakam ini terkenal dengan amplang segar, ikan jelawat, dan kerupuk basah yang hanya ada di Kalimantan Timur.
Pasar terbesar di Bali dengan koleksi bumbu base genep yang lengkap. Pagi hari adalah waktu terbaik menemukan lawar segar dan jajanan bali khas.
Di balik kesibukan kota, Pasar Senen menyimpan warung-warung tua yang menjual masakan Betawi dengan resep yang tidak berubah sejak puluhan tahun.
Warung yang bertahan lebih dari dua generasi bukan karena keberuntungan. Ada sesuatu yang mereka pertahankan: resep, teknik, atau filosofi memasak yang tidak bisa direplikasi oleh restoran modern.
Berdiri sejak 1940an, soto ini mempertahankan kuah bening kekuningan dengan cita rasa yang sangat berbeda dari soto versi lain. Datang sebelum pukul 10 pagi karena biasanya habis.
Babi guling yang dimasak dengan cara tradisional Bali, menggunakan kayu bakar dan bumbu yang dihaluskan dengan cobek batu. Antrian panjang adalah tanda kualitas.
Salah satu warung coto tertua di Makassar yang masih menggunakan tungku kayu. Kuahnya gelap pekat dengan rasa yang kompleks dari 40 jenis rempah.
Setiap daerah memiliki hidangan yang menjadi identitasnya. Bukan sekadar makanan enak, tapi simbol budaya yang menceritakan sejarah, geografi, dan cara hidup masyarakat setempat.
Dimasak berjam-jam hingga santan mengering menjadi karamel rempah. Setiap nagari di Minangkabau memiliki variasi yang berbeda dalam komposisi dan tingkat kekeringannya.
Bubur sagu yang dimakan dengan ikan kuah kuning. Teksturnya seperti lem, rasanya netral, tapi perpaduan dengan kuah ikan yang asam segar menciptakan harmoni yang unik.
Olahan ikan tenggiri dan sagu dengan cuko hitam yang asam pedas. Variasinya puluhan: kapal selam, lenjer, keriting, adaan. Tiap bentuk punya tekstur berbeda.
Bubur sayur khas Manado yang kaya akan berbagai sayuran lokal. Sering disebut bubur Manado, tapi orang lokal lebih suka menyebutnya tinutuan.
Keluntra bukan hanya tentang satu tempat makan. Ini tentang perjalanan yang menghubungkan titik-titik kuliner dalam satu kota atau wilayah menjadi pengalaman yang kohesif.
Dimulai dari pasar Gede untuk jajanan tradisional, lanjut ke warung nasi liwet di Keprabon, kemudian serabi notosuman untuk penutup. Semua bisa dilakukan sebelum pukul 9 pagi.
Dari coto pagi, lanjut ke Paotere untuk ikan segar langsung dari nelayan, kemudian ke warung pallubasa siang hari, dan diakhiri pisang epe di tepi Pantai Losari saat senja.
Batagor dan siomay di Pasar Kosambi, nasi timbel di warung sunda Lembang, kemudian mie kocok dan es cendol di jalan Braga menjelang sore.
Jika Anda mengetahui warung, pasar, atau hidangan yang layak didokumentasikan, kami senang mendengar dari Anda.